Title : Akhir Dari Sebuah Permainan
Mata elang
milik yogi mengikuti arah telunjuk arya. Diseberang tempatnya berdiri, sosok
cewek yang sedang mereka bicarakan berjalan dengan cueknya.
“cewek itu
ar?” tanya yogi dengan nada tak percaya, arya mengangguk mantap yang diikuti
oleh noval.
“yahhh....masa
kalian berdua tega sih mengumpankan cewek itu ke gue, busyet deh....” yogi
mengumpat kesal.
“ye..... ini
kan sudah kesepakatan kita, dalam taruhan ini kita yang menentukan cewek mana
yang harus lo gaet, bener gak friend?”
tanya arya pada noval yang dari tadi berdiri disebelahnya, noval mengangguk
mengiyakan.
“ taruhan
kita gak sedikit, lo sendiri yang nantangin kita dalam permainan ini. Elo udah
sesumbar kan, kalau lo bisa naklukin cewek manapun. Sekarang gue tantangin lo
tuk mendapatkan cewek itu.” Arya seakan mengingatkan.
“iya gue tau
ar, tapi jangan yang seperti dia dong, lo semua pada tega deh sama gue,” umpat
yogi semakin kesal.
“ye, yang
penting kan cewek.” Arya mencibir,
“inget
yo.....lima ratus ribu tuh kagak sedikit buat ukuran anak sekolah macam kita,
katanya penakluk cewek kok takut?” noval ikut menimpali. Yogi terlihat mulai berpikir, dan tak lama
kemudian ia mengangguk tanda setuju.
“oke
deh....... demi persahabatan kita”..
“demi lima
ratus ribu yo!” timpal arya.
“sialan,”
umpat yogi dengan senyum kecut.
Siang itu
terasa begitu panas, tapi itu tak menyurutkan niata yogi untuk mendekati cewek
yang sedang di ikutinya itu.
“hallo cris,
tumben sendirian, dimana sobat-sobat lo.” Yogi melancarkan serangan pertamanya.
Cewek itu sama sekali tidak bergeming, menolak sedikitpun tidak, sialan batin
togi kesal.
“cris.....
kok diem sih.” Yogi kembali beraksi. Tiba-tiba cewek itu berbalik dan menatap
yogi dengan tatapannya yang tajam tepat diretina mata yogi, spontan yogi kaget,
“gila cakep juga ni cewek,” dan itu membuat yogi jadi gugup.
“lo pulang
sendiriankan? Boleh dong gue temenin.” Diluar dugaan, cewek itu tersenyum,
senyum termanis yng pernah yogi temui. Tapi yogi makin penasaran ketika cewek
itu kembali berjalan tanpa mengucap sepatah katapun padanya.
“crisya!”
yogi kembali menyebut nama cewek itu. Cewek itu berhenti, berbalik dan kembali
menatap yogi.
“ngomong
aja, lo mau apa dari gue, kalo gue bisa bantu pasti gue bantu lo, tapi kalo gue
gak bisa bantu, lo cari jalan keluarnya sendiri oke?” terang cewek itu. Dalam
nada bicaranya terdengar tidak ada beban sama sekali, yogi tertegun sejenak.
“kok malah
diem?” crisya membuat yogi kaget.
“oh... eh
gak, gue Cuma mau temenin lo pulang kok, sekaligus gue ingin jadi temen lo, apa
itu gak boleh?” yogi seakan memberi tawaran, tiba-tiba cewek itu tertawa keras, dan tentu saja yogi jadi
terkejut dibuatnya.
“maaf gue
terlalu....terlalu apa ya” ucap cewek itu masih dalam tawanya. Yogi jadi heran
sendiri, ia merasa tidak mengatakan sesuatu yang lucu, tapi bagaimana bisa
cewek itu tertawa begitu kerasnya, sampai prang-orang yang ada di dekat mereka
menoleh ke arah mereka. Yogi jadi kikuk sendiri.
“terlalu
apa?” yogi masih tidak mengerti.
“udah deh lupain aja,” potong cewek itu cepat.
“udah deh lupain aja,” potong cewek itu cepat.
“eh....lo
udah makan belum?” tanya crisya, yogi mengeleng, yogi menjadi lebih terkejut
lagi, ketika tiba-tiba tangannya ditarik oeh crisya. Tak lama mereka sudah
memasukki sebuah cafe yang terletak di seberang sekolah mereka.
“lo amu
pesen apa?” ketika seorang pelayan mendekati meja mereka.
“sama deh
seperti lo,” jawab yogi. Cewek itu tersenyum tipis kemudian mulai memesan.
Sambil menunggu pesanan mereka, crisya mulai membuka percakapan.
“nah
sekarang lo ngomong, apa yang membuat lo tiba-tiba mendekati gue, eits......
tunggu dulu, lo harus jawab. Karena gue gak percaya kalo lo Cuma mau temenan
aja. Pasti dong ada maksud lain, benerkan?
gue tahu lho sepak terjang lo sama cewek-cewek disekolah kita?” ucapan
crisya membuat wajah yogi terasa panas, sialan ia jadi merasa gugup, padahal
biasanya juga gak pernah gini.
“gue....”
yogi tidak meneruskan kalimatnya karena pesanan keburu datang.
“bukannya
gue dukun, tapi gue bisa tahu apa yang dipikiran lo” crisya mengaduk minuman
yang ada di depannya. “ kalau gue boleh tau, sebenernya lo punya tujuan apa
tiba-tiba mendekati gue, gue gak akan marah kok.” Crisya berusaha mengorek
jawaban dari mulut yogi.
Perlahan
namun pasti, yogi mulai menceritakan alasanya mendekati crisya. Diluar dugaan,
crisya tertawa keras, sampai pengunjung lain memperhatikan mereka, tapi si
crisya masih juga cuek dengan tawa cemprengnya.
“cris lo...”
yogi terbengong, bukannya marah cewek itu masih aja ketawa. Biasanya cewek
kalau tahu jadi bahan taruhan pasti deh ngamuk, kok yag ini......
“gila deh
kalian, masa cewek macam gue jadi bahan taruhan, gue cantik juga gak, seksi
apalagi.” Crisya mengerdikkan bahunya
tak mengerti. Tapi tak lama kemudian taa crisya mulai mereda dan ia terlihat mulai kembali menikmati makanan
yang ada dihadapannya.
“gue punya
alasan untuk melakukan ini cris, minggu yang lalu mobil gue menabrak sepeda
motor, seorang remaja tanggung
ngeboncengin ibunya. Luka si ibu sih gak terlalu parah, tapi cowok yang masih
duduk di bangku SMP itu sampai sekarang masih di rawat di rumh sakit. Gue
gunain seluruh tabungan gue buat ngebiayainnya dan gue masih butuh uang lagi
untuk memperbaiki motor gue. Temen-temen
gue mau bantu asal.....”
“bertaruh
untuk ngedapetin gue kan?” potong crisya dengan nada suara rendah.
“sorry kalau
hal itu seakan merendahkan lo, ucap yogi dengan nada menyesal, crisya tertawa
kecil.
“ortu lo
sendiri gak tahu dengan masalah yang lo hadapi sekarang ini?” tanya crisya
lagi.
“itulah
masalahnya, ortu gue baru ada urusan di batam, gue gak mau gangguin mereka,
mama gue orangnya perasa banget, kalau ada maslah terlebih menyangkut gue,
beliau bisa shock berat, dan gue gak mau itu terjadi sama mama gue. Gue juga
udah membicarakan hal ini ke keluarga korban. Jadi mereka maklum aja kalau ortu
gue gak bisa dateng nemuin mereka.”
“gue rasa
gue mau bantu lo,” cceletuk crisya tiba-tiba
membuat yogi hampir tersedak, cepat ia minum untuk menghilangkan rasa
kagetnya akibat omongan crisya.
“maksud lo
cris..?” crisya mengangguk.
“iya... gue
mau bantuin lo untuk jadi pacar lo, eh..... maksud gue pacar sementara lo.”
Crisya meralat ucapannya. Yogi masih tak percaya dengan apa yang telah
diucapkan cewek yang sekarang ada di hadapannya itu.
“tapi
syaratnya dalam minggu ini lo harus trktir gue ditempat ini, bagaimana?” crisya
memberikan tawaran. Yogi terlihat berfikir sejenak, tapi tak lama kemudian ia
mengganguk mantap, toh ia tidak akan rugi pikirnya.
“oke kita
mitra sekarang .” crisya mengulurkan tangannya dan menjabat erat tangan yogi.
Yogi tersenyum puas. Setidaknya togi sekarang sudah tersenyum lega, hambatan
untuk mendekati cewek itu sudah tidak ada, tinggal pandai-pandai ia
mempermainkan sandiwara agar temen –temennya percaya, ia bisa dengan mudah
mengaet cewek itu. Berarti rumor yang mengatakan bahwa cewek itu sulit
ditaklukkan kini sudah terbukti.
“Gimana
yo... lo udah berhasilbelum” tanya arya siaang itu, yogi mengacungkan jempol.
“siiplah....
lo udah lihat dengan mata kepala lo sendiri kan, gue pulang sekolah bareng dia
terus,” yogi membanggakan keberhasilanya, arya terlihat tersenyum kecut.
“udah deh akuin
aja gue sudah menang. Besok gue ambil uang itu dari kalian oke!”
“oke deh,
kita ngakuin kalau lo hebat soal begini, tapi kita-kita jadi penasaran ni, lo
pake cara apa, kok doi bisa langsung takluk sama lo. Jangan-jangan pakai dukun
nih, “ tebak noval asal.
“tenang
friends, dalam hal ini gue memang sudah ahli. Jadi, soal dukun.. gak akan
pernah ada dalam kamus gue, ke laut aja deh......” yogi membanggakan diri
dengan keberhasilannya. Arya tersenyum kecut, ditepuknya pundak yogi perlahan
“lo jangan
terlalu happy dulu friend, tugas lo belum selesai. Perjanjian awal kita adalah
dua minggu, berarti masih ada satu minggu, berarti masih ada satu minggu lagi
yang belum lo jalanin. Gue bertaruh kalo lo masih bisa ngelanjutin hubungan lo
masih bisa ngelanjutin hubungan lo sama tuh ccewek, gue akan tambah lagi
setengah dari taruhan awal kita,...... dan kalau lo kalah lo harus kasih uang
lo ke kita sebesar taruhan awal kiat, gimana, deal?” tantang arya. Yogi
terlihat manautkan kedua alisnya tanda ia sedang berfikir, tapi tak lama
kemudian ia terlihat mengangguk mantap.
“oke,”
tukasnya tersenyum puas.
“yo.....
kalau gue bener-bener jatuh cinta sama lo gimana?” tanya crisya siang itu
sepulang sekolah, mereka makan di kafe langganan mereka belakangan ini. Kali
ini yogi tertawa lepas mendengar pertanyaan crisya yang terdengar lucu di
telinganya.
“lo cinta ke
gue?” tanya yogi sambil menunjuk dadanya sendiri.
“ini misal,”
tukas crisya cepat, yogi tersenyum nakal.
“tak
mungkinlah gue mau sama lo cris, elo bukan tipe gue. Tipe gue tu yang manis,
anggun, gak seperti lo yang blingsatan!”.
“sialan lo
yo.” Crisya mengumpat, yogi tertawa nakal, dia tahu crisya memang suka
bercanda, dia belum pernah liat cewek itu serius dala setiap omongannya. Tapi
menurut yogi, enak berteman sama cewek macam crisya, gak ngeborosin.
Malam itu
yogi tidak bisa memejamkan matanya sedikitpun, pertanyaan crisya siang tadi
bener-beer menganggu pikirannya. Bagaimana kalau apa yang dikatakan dia beneran
ya, gue cinta sama doi gak ya, gumam yogi. Ah, masa bodohlah, yang penting dua
hari lagi ia bisa mendapatkan uang dari kedua temannya, lumayan kan.
Siang itu
yogi menanti crisya di depan pintu kelasnya, teman-teman sekelas crisya
terlihat kasak-kusuk saat melewati yogi. Yogi hanya melemparkan senyum nakalnya
menanggapinya. Crisya terlihat muali berjalan ke arahnya.
“jadi
nontonnya?” yogi langsung mengajukan pertanyaan. Yogi sangat heran ketika
crisya melawatinya tanpa menjawab pertanyaannya. Cewek itu melenggang,
meninggalkan togi yang masih tercengang, tanpa mengatakan sepatah katapun.
“cris.. lo
kenapa sih, memang enak dicuekin?” togi mencoba untuk bercanda.
“emang enak
dibohongi?” balas crisya tiba-tiba dengan nada kesal, dipandanginya togi dengan
sorot mata tajam.
“maksud lo?”
togi yogi masih tak mengerti. Crisya tersenyum kecut.
“lo gak gak
usah muna deh, pura-pura gak ngerti lagi!” crisya terlihat emosi. “gue tahu
cerita lo semua bohong. Gak ada anak yang lo tabrk, gak ada anak yang saat ini
dirawat dirumah sakit. Mobil lo rusak karena lo kebut-kebutan kan?,. padahal gue
tulus mau bantu lo.”
“ lo kok
marah sih cris, katanya lo bukan tipe cewek yang mudah marah?” yogi masih
mencoba meredamkan emosi crisya.
“ bukan
untuk pembohong kayak lo.” Crisya berlari meninggalkan yogi yang masih terpaku
ditempatnya. Pasti ini ulah arya sama noval pikir yogi saat itu.
“swear,
bukan kami yo, gila apa gue ngejatuhin sobat gue sendiri,” tepis arya saat yogi
menanyakan perihal crisya yang tahu kebohongannya.
“jadi siapa
dong .” yogi t erlihat emosi. “bisa anak-anak lain kan? Waktu kejadian kan lo
nabrak pohon, jadi banyak anak-anak lain yang ngeliat dan tahu. Apalagi lo
selalu jadi bahan berita disekolah ini. Iya gak val?” arya minta dukungan noval
yang masis terdiam, noval mengganguk.
“iya yo,
bisa siapa aja kan?” tukas noval. Yogi menarik nafas pendek.
“berarti lo
kalah dong yo, duitnya dong, sudah lo bawakan?” arya mengigantkan. Yogi mengeluarkan
beberapa lembar ratusan ribu.
“nih, sial
udah kehilangan duit masih ditambah dicuekin lagi sama si crisya, padahal gue
udah deket banget sama dia. Lo tahu gak kayaknya lo naksir ni sama crisya.”
“tiu sih
urusan lo yo,” celetuk arya dengan tawa penuh kemenangan.
Malam itu
dirumah arya. “nih cris, bagian lo, kami akuin deh akting lo hebat banget, yogi
aja sampai ketipu, ya gak val.” Noval mengangguk setuju. Arya menghentikn tawanya
saat crisya masih belum mengambil uang bagiannya.
“cris, lo
gak doyan uang ya?” crisya menatap langit-langit ruangan itu.
“kalian
kejam banget sih. Yogi itu kan sahabat kalian, dia juga teman yang baik,
nyenengin lagi, kok kalian tega-tega nya sih memperalat dia?”
“hei... gak
salah nih, val. Lihat deh cris, dulu dia sendiri yang ngedukung kita untuk
ngerjain togi, sekarang kok...”
“itu dulu,
gue ngerasa bersalah banget sama yogi. Kalian tau gak sih, kalian tu bukan
sahabat yang baik, gue nyessel ngelakuin ini semua. Cara kalian kotor banget
gak ada jiwa persahabatan sejati dalam
hati kalian.” Arya mencekal tangan arya.
“lo kenapa
sih cris..... jangan-jangan lo.....” crisya menepis tangan arya.
“gue harap
kalian kembalikan uang itu pada yogi.” Crisya meninggalkan rumah arya dengan
pikiran tak menentu.
Ia sama
sekali tidak mendukung kalau akhir permainan ini akan melibatkan perasaannya. Dua
minggu mengenal dan bersama, yogi mampu mengetarkan hati crisya yang selama ini
belum pernah mengenal cinta. Yogi, maafin gue yo. Gue janji besok gue akan
temuin lo dan gue harap lo mau buka pintu maaf lo buat gue. Gue lakuin ini atas
nama cinta
haha cerita awalnya di edit ne...
BalasHapuskirain endingnya tu cewe udh punya cowoo..
ternyata or ternyata...
gan koq w gk ada sich dlm cerita lo:(
BalasHapustenang saudara-saudara semua sudah diatur scripnya, satu-satu w akan masukin di tulisan gw, tenang ini baru sepertiganya, masih banyak cerita yang baru gw tulis,, hehehehe
BalasHapuskak angginya merujakkk tuhh.. wkwkwk...
BalasHapusoce di tunggu deh...
hahaha
agak2nya judulnya kurang cek deh kak...
BalasHapusLanjutkan gan (Y)
BalasHapusok,, please keep follow up for this one
BalasHapus