Kamis, 07 Maret 2013

akhir dari sebuah permainan

Title : Akhir Dari Sebuah Permainan






Mata elang milik yogi mengikuti arah telunjuk arya. Diseberang tempatnya berdiri, sosok cewek yang sedang mereka bicarakan berjalan dengan cueknya.
“cewek itu ar?” tanya yogi dengan nada tak percaya, arya mengangguk mantap yang diikuti oleh noval.
“yahhh....masa kalian berdua tega sih mengumpankan cewek itu ke gue, busyet deh....” yogi mengumpat kesal.
“ye..... ini kan sudah kesepakatan kita, dalam taruhan ini kita yang menentukan cewek mana yang harus  lo gaet, bener gak friend?” tanya arya pada noval yang dari tadi berdiri disebelahnya, noval mengangguk mengiyakan.
“ taruhan kita gak sedikit, lo sendiri yang nantangin kita dalam permainan ini. Elo udah sesumbar kan, kalau lo bisa naklukin cewek manapun. Sekarang gue tantangin lo tuk mendapatkan cewek itu.” Arya seakan mengingatkan.
“iya gue tau ar, tapi jangan yang seperti dia dong, lo semua pada tega deh sama gue,” umpat yogi semakin kesal.
“ye, yang penting kan cewek.” Arya mencibir,
“inget yo.....lima ratus ribu tuh kagak sedikit buat ukuran anak sekolah macam kita, katanya penakluk cewek kok takut?” noval ikut menimpali. Yogi  terlihat mulai berpikir, dan tak lama kemudian ia mengangguk tanda setuju.
“oke deh....... demi persahabatan kita”..
“demi lima ratus ribu yo!” timpal arya.
“sialan,” umpat yogi dengan senyum kecut.
Siang itu terasa begitu panas, tapi itu tak menyurutkan niata yogi untuk mendekati cewek yang sedang di ikutinya itu.
“hallo cris, tumben sendirian, dimana sobat-sobat lo.” Yogi melancarkan serangan pertamanya. Cewek itu sama sekali tidak bergeming, menolak sedikitpun tidak, sialan batin togi kesal.
“cris..... kok diem sih.” Yogi kembali beraksi. Tiba-tiba cewek itu berbalik dan menatap yogi dengan tatapannya yang tajam tepat diretina mata yogi, spontan yogi kaget, “gila cakep juga ni cewek,” dan itu membuat yogi jadi gugup.
“lo pulang sendiriankan? Boleh dong gue temenin.” Diluar dugaan, cewek itu tersenyum, senyum termanis yng pernah yogi temui. Tapi yogi makin penasaran ketika cewek itu kembali berjalan tanpa mengucap sepatah katapun padanya.
“crisya!” yogi kembali menyebut nama cewek itu. Cewek itu berhenti, berbalik dan kembali menatap yogi.
“ngomong aja, lo mau apa dari gue, kalo gue bisa bantu pasti gue bantu lo, tapi kalo gue gak bisa bantu, lo cari jalan keluarnya sendiri oke?” terang cewek itu. Dalam nada bicaranya terdengar tidak ada beban sama sekali, yogi tertegun sejenak.
“kok malah diem?” crisya membuat yogi kaget.
“oh... eh gak, gue Cuma mau temenin lo pulang kok, sekaligus gue ingin jadi temen lo, apa itu gak boleh?” yogi seakan memberi tawaran, tiba-tiba cewek itu  tertawa keras, dan tentu saja yogi jadi terkejut  dibuatnya.
“maaf gue terlalu....terlalu apa ya” ucap cewek itu masih dalam tawanya. Yogi jadi heran sendiri, ia merasa tidak mengatakan sesuatu yang lucu, tapi bagaimana bisa cewek itu tertawa begitu kerasnya, sampai prang-orang yang ada di dekat mereka menoleh ke arah mereka. Yogi jadi kikuk sendiri.
“terlalu apa?” yogi masih tidak mengerti.
“udah deh lupain aja,” potong cewek itu cepat.
“eh....lo udah makan belum?” tanya crisya, yogi mengeleng, yogi menjadi lebih terkejut lagi, ketika tiba-tiba tangannya ditarik oeh crisya. Tak lama mereka sudah memasukki sebuah cafe yang terletak di seberang sekolah mereka.
“lo amu pesen apa?” ketika seorang pelayan mendekati meja mereka.
“sama deh seperti lo,” jawab yogi. Cewek itu tersenyum tipis kemudian mulai memesan. Sambil menunggu pesanan mereka, crisya mulai membuka percakapan.
“nah sekarang lo ngomong, apa yang membuat lo tiba-tiba mendekati gue, eits...... tunggu dulu, lo harus jawab. Karena gue gak percaya kalo lo Cuma mau temenan aja. Pasti dong ada maksud lain, benerkan?  gue tahu lho sepak terjang lo sama cewek-cewek disekolah kita?” ucapan crisya membuat wajah yogi terasa panas, sialan ia jadi merasa gugup, padahal biasanya juga gak pernah gini.
“gue....” yogi tidak meneruskan kalimatnya karena pesanan keburu datang.
“bukannya gue dukun, tapi gue bisa tahu apa yang dipikiran lo” crisya mengaduk minuman yang ada di depannya. “ kalau gue boleh tau, sebenernya lo punya tujuan apa tiba-tiba mendekati gue, gue gak akan marah kok.” Crisya berusaha mengorek jawaban dari mulut yogi.
Perlahan namun pasti, yogi mulai menceritakan alasanya mendekati crisya. Diluar dugaan, crisya tertawa keras, sampai pengunjung lain memperhatikan mereka, tapi si crisya masih juga cuek dengan tawa cemprengnya.
“cris lo...” yogi terbengong, bukannya marah cewek itu masih aja ketawa. Biasanya cewek kalau tahu jadi bahan taruhan pasti deh ngamuk, kok yag ini......
“gila deh kalian, masa cewek macam gue jadi bahan taruhan, gue cantik juga gak, seksi apalagi.” Crisya mengerdikkan bahunya  tak mengerti. Tapi tak lama kemudian taa crisya mulai mereda dan  ia terlihat mulai kembali menikmati makanan yang ada dihadapannya.
“gue punya alasan untuk melakukan ini cris, minggu yang lalu mobil gue menabrak sepeda motor, seorang  remaja tanggung ngeboncengin ibunya. Luka si ibu sih gak terlalu parah, tapi cowok yang masih duduk di bangku SMP itu sampai sekarang masih di rawat di rumh sakit. Gue gunain seluruh tabungan gue buat ngebiayainnya dan gue masih butuh uang lagi untuk memperbaiki motor gue.  Temen-temen gue mau bantu asal.....”
“bertaruh untuk ngedapetin gue kan?” potong crisya dengan nada suara rendah.
“sorry kalau hal itu seakan merendahkan lo, ucap yogi dengan nada menyesal, crisya tertawa kecil.
“ortu lo sendiri gak tahu dengan masalah yang lo hadapi sekarang ini?” tanya crisya lagi.
“itulah masalahnya, ortu gue baru ada urusan di batam, gue gak mau gangguin mereka, mama gue orangnya perasa banget, kalau ada maslah terlebih menyangkut gue, beliau bisa shock berat, dan gue gak mau itu terjadi sama mama gue. Gue juga udah membicarakan hal ini ke keluarga korban. Jadi mereka maklum aja kalau ortu gue gak bisa dateng nemuin mereka.”
“gue rasa gue mau bantu lo,” cceletuk crisya tiba-tiba  membuat yogi hampir tersedak, cepat ia minum untuk menghilangkan rasa kagetnya akibat omongan crisya.
“maksud lo cris..?” crisya mengangguk.
“iya... gue mau bantuin lo untuk jadi pacar lo, eh..... maksud gue pacar sementara lo.” Crisya meralat ucapannya. Yogi masih tak percaya dengan apa yang telah diucapkan cewek yang sekarang ada di hadapannya itu.
“tapi syaratnya dalam minggu ini lo harus trktir gue ditempat ini, bagaimana?” crisya memberikan tawaran. Yogi terlihat berfikir sejenak, tapi tak lama kemudian ia mengganguk mantap, toh ia tidak akan rugi pikirnya.
“oke kita mitra sekarang .” crisya mengulurkan tangannya dan menjabat erat tangan yogi. Yogi tersenyum puas. Setidaknya togi sekarang sudah tersenyum lega, hambatan untuk mendekati cewek itu sudah tidak ada, tinggal pandai-pandai ia mempermainkan sandiwara agar temen –temennya percaya, ia bisa dengan mudah mengaet cewek itu. Berarti rumor yang mengatakan bahwa cewek itu sulit ditaklukkan kini sudah terbukti.
“Gimana yo... lo udah berhasilbelum” tanya arya siaang itu, yogi mengacungkan jempol.
“siiplah.... lo udah lihat dengan mata kepala lo sendiri kan, gue pulang sekolah bareng dia terus,” yogi membanggakan keberhasilanya, arya terlihat tersenyum kecut.
“udah deh akuin aja gue sudah menang. Besok gue ambil uang itu dari kalian oke!”
“oke deh, kita ngakuin kalau lo hebat soal begini, tapi kita-kita jadi penasaran ni, lo pake cara apa, kok doi bisa langsung takluk sama lo. Jangan-jangan pakai dukun nih, “ tebak noval asal.
“tenang friends, dalam hal ini gue memang sudah ahli. Jadi, soal dukun.. gak akan pernah ada dalam kamus gue, ke laut aja deh......” yogi membanggakan diri dengan keberhasilannya. Arya tersenyum kecut, ditepuknya pundak yogi perlahan
“lo jangan terlalu happy dulu friend, tugas lo belum selesai. Perjanjian awal kita adalah dua minggu, berarti masih ada satu minggu, berarti masih ada satu minggu lagi yang belum lo jalanin. Gue bertaruh kalo lo masih bisa ngelanjutin hubungan lo masih bisa ngelanjutin hubungan lo sama tuh ccewek, gue akan tambah lagi setengah dari taruhan awal kita,...... dan kalau lo kalah lo harus kasih uang lo ke kita sebesar taruhan awal kiat, gimana, deal?” tantang arya. Yogi terlihat manautkan kedua alisnya tanda ia sedang berfikir, tapi tak lama kemudian ia terlihat mengangguk mantap.
“oke,” tukasnya tersenyum puas.
“yo..... kalau gue bener-bener jatuh cinta sama lo gimana?” tanya crisya siang itu sepulang sekolah, mereka makan di kafe langganan mereka belakangan ini. Kali ini yogi tertawa lepas mendengar pertanyaan crisya yang terdengar lucu di telinganya.
“lo cinta ke gue?” tanya yogi sambil menunjuk dadanya sendiri.
“ini misal,” tukas crisya cepat, yogi tersenyum nakal.
“tak mungkinlah gue mau sama lo cris, elo bukan tipe gue. Tipe gue tu yang manis, anggun, gak seperti lo yang blingsatan!”.
“sialan lo yo.” Crisya mengumpat, yogi tertawa nakal, dia tahu crisya memang suka bercanda, dia belum pernah liat cewek itu serius dala setiap omongannya. Tapi menurut yogi, enak berteman sama cewek macam crisya, gak ngeborosin.
Malam itu yogi tidak bisa memejamkan matanya sedikitpun, pertanyaan crisya siang tadi bener-beer menganggu pikirannya. Bagaimana kalau apa yang dikatakan dia beneran ya, gue cinta sama doi gak ya, gumam yogi. Ah, masa bodohlah, yang penting dua hari lagi ia bisa mendapatkan uang dari kedua temannya, lumayan kan.
Siang itu yogi menanti crisya di depan pintu kelasnya, teman-teman sekelas crisya terlihat kasak-kusuk saat melewati yogi. Yogi hanya melemparkan senyum nakalnya menanggapinya. Crisya terlihat muali berjalan ke arahnya.
“jadi nontonnya?” yogi langsung mengajukan pertanyaan. Yogi sangat heran ketika crisya melawatinya tanpa menjawab pertanyaannya. Cewek itu melenggang, meninggalkan togi yang masih tercengang, tanpa mengatakan sepatah katapun.
“cris.. lo kenapa sih, memang enak dicuekin?” togi mencoba untuk bercanda.
“emang enak dibohongi?” balas crisya tiba-tiba dengan nada kesal, dipandanginya togi dengan sorot mata tajam.
“maksud lo?” togi yogi masih tak mengerti. Crisya tersenyum kecut.
“lo gak gak usah muna deh, pura-pura gak ngerti lagi!” crisya terlihat emosi. “gue tahu cerita lo semua bohong. Gak ada anak yang lo tabrk, gak ada anak yang saat ini dirawat dirumah sakit. Mobil lo rusak karena lo kebut-kebutan kan?,. padahal gue tulus mau bantu lo.”
“ lo kok marah sih cris, katanya lo bukan tipe cewek yang mudah marah?” yogi masih mencoba meredamkan emosi crisya.
“ bukan untuk pembohong kayak lo.” Crisya berlari meninggalkan yogi yang masih terpaku ditempatnya. Pasti ini ulah arya sama noval pikir yogi saat itu.
“swear, bukan kami yo, gila apa gue ngejatuhin sobat gue sendiri,” tepis arya saat yogi menanyakan perihal crisya yang tahu kebohongannya.
“jadi siapa dong .” yogi t erlihat emosi. “bisa anak-anak lain kan? Waktu kejadian kan lo nabrak pohon, jadi banyak anak-anak lain yang ngeliat dan tahu. Apalagi lo selalu jadi bahan berita disekolah ini. Iya gak val?” arya minta dukungan noval yang masis terdiam, noval mengganguk.
“iya yo, bisa siapa aja kan?” tukas noval. Yogi menarik nafas pendek.
“berarti lo kalah dong yo, duitnya dong, sudah lo bawakan?” arya mengigantkan. Yogi mengeluarkan beberapa lembar ratusan ribu.
“nih, sial udah kehilangan duit masih ditambah dicuekin lagi sama si crisya, padahal gue udah deket banget sama dia. Lo tahu gak kayaknya lo naksir ni sama crisya.”
“tiu sih urusan lo yo,” celetuk arya dengan tawa penuh kemenangan.
Malam itu dirumah arya. “nih cris, bagian lo, kami akuin deh akting lo hebat banget, yogi aja sampai ketipu, ya gak val.” Noval mengangguk setuju. Arya menghentikn tawanya saat crisya masih belum mengambil uang bagiannya.
“cris, lo gak doyan uang ya?” crisya menatap langit-langit ruangan itu.
“kalian kejam banget sih. Yogi itu kan sahabat kalian, dia juga teman yang baik, nyenengin lagi, kok kalian tega-tega nya sih memperalat dia?”
“hei... gak salah nih, val. Lihat deh cris, dulu dia sendiri yang ngedukung kita untuk ngerjain togi, sekarang kok...”
“itu dulu, gue ngerasa bersalah banget sama yogi. Kalian tau gak sih, kalian tu bukan sahabat yang baik, gue nyessel ngelakuin ini semua. Cara kalian kotor banget gak ada  jiwa persahabatan sejati dalam hati kalian.” Arya mencekal tangan arya.
“lo kenapa sih cris..... jangan-jangan lo.....” crisya menepis tangan arya.
“gue harap kalian kembalikan uang itu pada yogi.” Crisya meninggalkan rumah arya dengan pikiran tak menentu.
Ia sama sekali tidak mendukung kalau akhir permainan ini akan melibatkan perasaannya. Dua minggu mengenal dan bersama, yogi mampu mengetarkan hati crisya yang selama ini belum pernah mengenal cinta. Yogi, maafin gue yo. Gue janji besok gue akan temuin lo dan gue harap lo mau buka pintu maaf lo buat gue. Gue lakuin ini atas nama cinta

7 komentar:

  1. haha cerita awalnya di edit ne...
    kirain endingnya tu cewe udh punya cowoo..
    ternyata or ternyata...

    BalasHapus
  2. gan koq w gk ada sich dlm cerita lo:(

    BalasHapus
  3. tenang saudara-saudara semua sudah diatur scripnya, satu-satu w akan masukin di tulisan gw, tenang ini baru sepertiganya, masih banyak cerita yang baru gw tulis,, hehehehe

    BalasHapus
  4. kak angginya merujakkk tuhh.. wkwkwk...
    oce di tunggu deh...
    hahaha

    BalasHapus
  5. agak2nya judulnya kurang cek deh kak...

    BalasHapus
  6. ok,, please keep follow up for this one

    BalasHapus